Friday, December 19, 2014

Tepung Kayu, Dari Limbah Jadi Berkah

Tepung Kayu, dari limbah bisa dijadikan beragam produk Berbagai produk industri dan konsumen dapat diturunkan dari berbagai limbah kayu biasa. Mereka memiliki aplikasi dalam produk kayu komposit, sebagai pengisi dalam plastik dan perekat, dan sejumlah produk industri dan konsumen lainnya. Limbah kayu sering yang dibakar (dibakar), fermentasi (untuk membuat metana atau alkohol) atau digunakan dalam bioreaktor (untuk membuat karbon dan hidrogen) untuk produksi energi, bahan bakar atau bahan kimia industri.
Salah satu produk dari limbah penggergajian kayu adalah “tepung kayu”. CV Delima Mas  menyediakan tepung kayu dengan kualifikasi mesh 80 kualitas ekspor untuk kebutuhan anda. Silahkan kontak kami di halaman ini untuk informasi lebih lanjut.



Sehubungan dengan produksi energi, industri hasil hutan mengkonsumsi 85 persen dari semua limbah kayu yang digunakan untuk produksi energi di Amerika Serikat. Penggunaan luas dari sumber daya biomassa akan langsung menguntungkan banyak perusahaan hasil hutan yang pertumbuhannya menghasilkan residu lebih dari yang mereka gunakan secara internal. Ini kelebihan bahan memiliki potensi untuk menjadi dasar bagi usaha mendukung ekspansi ke produk komposit-bahan manufaktur dan skema pemanfaatan co-produk serupa nilai tambah. Sebagian besar produksi listrik dari biomassa yang dikonsumsi di tempat, dengan beberapa produsen menjual kelebihan daya ke dalam grid publik. Secara keseluruhan, 70 persen atau lebih dari daya limbah kayu adalah co-dihasilkan dengan panas proses industri.

Berbagai dampak sosial akibat dari penggunaan biomassa untuk pembangkit listrik. Kekuatan pasar berubah bagaimana industri listrik AS fundamental beroperasi. Limbah kayu dan biomassa pertanian, tenaga angin, limbah kota dan sejumlah bahan baku lainnya membentuk kembali bagaimana listrik diproduksi, didistribusikan, dibeli dan dijual. Daya pemasar dipaksa untuk menawarkan listrik ramah lingkungan, termasuk bio-kekuatan yang, setidaknya sebagian, co-dihasilkan dari pembakaran halaman perkotaan dan limbah kayu konstruksi.

Pemain baru yang penting mungkin masyarakat pertanian. Penggunaan residu tanaman, pupuk ternak dan rotasi pendek-intensif-budaya (SRIC) penanaman tumbuh cepat “kayu rumput” spesies pohon sebagai sumber bahan bakar dapat meningkatkan ekonomi pertanian sementara memecahkan beberapa masalah lingkungan yang paling keras di bidang pertanian hari ini. Dalam sistem SRIC, “kayu rumput” spesies dibudidayakan dan kemudian terkelupas di tempat untuk digunakan dalam produksi energi (dengan pembakaran) atau manufaktur produk kayu (komposit). Munculnya tanaman energi untuk produksi listrik adalah pasar pertanian baru. Namun, tanaman ini memberikan konservasi tanah dan manfaat pengelolaan hara tanah dan mungkin tidak kompatibel dengan program insentif konservasi pemerintah set-samping. Peningkatan pemanfaatan kayu-biomassa akan berdampak kelompok lainnya, termasuk arsitektur dan rekayasa perusahaan, konsultan, dan pengolahan dan penanganan vendor peralatan.

Penggunaan – serutan dan Tepung Kayu

Serutan dan serbuk gergaji mungkin reground menjadi tepung kayu, atau tepung kayu dapat pulih seperti ukuran “debu” bahan yang telah disaring dan dipisahkan. Tepung kayu memiliki pasar industri utama di industri pengisi, pengikat dan extender dalam produk industri seperti epoxy resin, pupuk, perekat, bahan penyerap, merasa atap, komponen lembam peledak, keramik, ubin lantai, produk pembersih, pengisi kayu, caulks dan putties, tanah Extenders dan array yang luas dari plastik. Beberapa tepung kayu seperti mesquite dapat digunakan dalam perasa dimakan untuk konsumsi manusia atau hewan peliharaan.

Serutan dan tepung kayu dapat dipasarkan untuk digunakan dalam produk kayu komposit dibentuk atau dilaminasi (misalnya, kursi toilet, meja) dalam bahan otomotif dan minyak dan air isolasi dan produk pemadatan untuk industri pengendalian lingkungan. Kegunaan lain termasuk pengisi, curah serutan, serbuk gergaji, babi bakar (serutan kulit kering), chip daging asap rokok, bahan bakar memasak barbeque dan log perapian komposit. Aplikasi lansekap meliputi taman bermain “pijakan,” berkuda arena dan lainnya “kayu tepi pijakan” (margin keamanan dan material jalan setapak) dan beberapa pameran dan tradeshow aplikasi
Saat ini, penggunaan utama dari serutan kayu kering diterjunkan adalah untuk kuda dan ternak tidur atau kecil aplikasi tempat tidur hewan peliharaan. Ini biasanya mengambil bentuk bahan aromatik dari timur cedar merah, lembut pinus ponderosa, klorofil pinus dan aspen. Dalam beberapa kasus, produk-produk kayu yang dicampur dengan “non-kayu” residu pertanian seperti tongkol jagung. Produk ini dapat dibuat untuk hewan peliharaan tertentu seperti anjing, kucing, hamster dan gerbil atau hewan kecil lainnya. Terkait produk mungkin termasuk liners kotak sampah, semua tisu alami, dan bau dan noda eliminator.

Cara Menghitung Kubikasi Kayu

Bagi anda yang berkecimpung dalam dunia perkayuan, pasti sangat penting bagi anda untuk mengetahui cara menghitung kubikasi kayu. Kubikasi kayu sendiri adalah nilai besaran volume yang ada pada kayu, dan nilai satuannya menggunakan meter kubik (M3). Dengan mengetahui nilai kubikasi dari sebuah kayu, maka kita juga dapat menafsir atau mengetahui harga kayu tersebut berdasarkan nilai kubikasinya.



Cara yang digunakan untuk menghitung kubikasi pada kayu log atau gelondong berbeda dengan cara untuk menghitung kubikasi kayu gergajian atau kayu yang sudah berbentuk papan. Hal ini dikarenakan secara fisik bentuk antara keduanya berbeda. Jadi masing-masing mempunyai rumus sendiri-sendiri untuk menghitung nilai kubikasinya.

Untuk cara menghitung kubikasi kayu log atau gelondong
rumus yang biasa digunakan adalah (P x D x D x 0,7854) : 10.000 = nilai kubikasi

Keterangan :

cara menghitung kubikasi kayu P adalah panjang kayu yang dinyatakan dalam satuan meter
D adalah diameter kayu yang dinyatakan dalam satuan cm
Contoh kasus : Jika seseorang akan membeli sebuah kayu yang masih berupa gelondong dengan ukuran diameter 25 cm dan panjangnya 2 meter maka, jika menggunakan rumus di atas, nilai kubikasi yang terdapat pada kayu adalah (2 x 25 x 25 x 0,7854) : 10.000 = 0,098175 M3.

Jadi, besarnya nilai kubikasi pada satu gelondong kayu yang akan dibeli oleh orang tersebut sebesar 0,098175 atau hampir sepersepuluh kubik.

Nb: Nilai kubikasi kayu yang diperoleh dengan menggunakan rumus ini hampir sama (sedikit lebih rendah) dengan nilai kubikasi kayu yang ada pada tabel kubikasi kayu log perhutani. Atau jika anda tidak ingin capek-capek menghitung dengan menggunakan rumus, anda bisa melihat langsung pada tabel milik perhutani di tabel kubikasi perhutani.

Sedangkan untuk rumus atau cara menghitung kubikasi kayu gergajian atau papan
rumus yang digunakan adalah (T x L x P) : 10.000 = nilai kubikasi
Keterangan :

T adalah tebal papan kayu yang dinyatakan dalam satuan cm
L adalah lebar papan kayu yang dihitung dalam satuan cm
P adalah panjang papan kayu yang dihitung dalam satuan meter
Contoh kasus : pada satu papan kayu dengan ukuran tebal 4 cm, lebar 25 cm dan panjang 2 meter, maka besarnya kubikasi pada papan kayu tersebut jika menggunakan rumus di atas adalah (4 x 25 x 2) : 10.000 = 0,02 M3 atau butuh 50 lembar papan untuk mencapai satu kubik.

Cara-cara menghitung kubikasi kayu di atas tidak hanya untuk jenis-jenis kayu tertentu melainkan bisa diterapkan pada semua jenis kayu komersial lainnya, seperti kayu jati, kayu sengon, kayu mindi, kayu mahoni dll.

Prosedur Pembuatan Kampas Rem dari Serbuk Kayu

Prosedur-prosedur pelaksanaan pembuatan kampas rem sepeda motor dengan penguat serabut kelapa dan serbuk kayu adalah sebagai berikut :



Persiapan alat dan bahan. Bahan meliputi bahan baku produk (serbuk kayu/tepung kayu, serbuk serbut kelapa, resin 208b, katalis, vaselin, lem besi, rem sepeda motor bekas yang sisa kampasnya telah dibersihkan) dan bahan cetakan (plat baja, timbangan badan, ulir baja, mur dan baut) serta katoda las. Peralatan meliputi alat mekanik (gergaji besi, palu, gerinda, mesin drill, dll), perangkat las busur listrik.

Pembuatan cetakan. Cetakan terdiri dari alat penekan dan cetakan produk. Alat penekan didesain dengan bentuk seperti alat penekan tambal ban yang bocor. Hanya saja, untuk ujung penekan dari alat penekan ini (mata penekan), digunakan rem sepeda motor bekas yang tidak berkampas. Cetakan produk dibuat dari plat besi agar cukup kuat menerima pembebanan dari alat penekan. Dalam desain cetakan produk kampas rem, plat besi dibentuk mengikuti bentuk lengkungan kampas rem. Sehingga nantinya pas dengan ujung penekannya yaitu rem sepeda motor bekas yang tidak berkampas.

 Prinsip kerjanya adalah bahan yang akan dicetak diberi tekanan yang besarnya tertentu dengan tujuan memperoleh persebaran partikel penguat dalam matriks yang lebih uniform sehingga didapatkan padatan kampas rem yang baik. Selain itu untuk menjaga agar kualitas bahan dari produk yang satu dengan yang lain sama maka penekanan harus sama besar.

Pencampuran bahan. Serbuk kayu dan serbuk serabut kelapa dihaluskan (diselep) dan disaring dengan saringan 50 mesh kemudian keduanya dicampur dengan perbandingan 40 : 60. (Serbuk kayu = 40 dan serbuk serabut kelapa = 60). Resin 208b (tak jenuh) dituangkan ke dalam gelas ukur dan dituang ke campuran serbuk kayu dan serabut kelapa dan diaduk hingga persebaran partikel merata. 

Fraksi volume campuran serbuk kayu dan serbuk serabut kelapa dalam resin adalah 40% atau dengan perbandingan 40 : 60. ( campuran serbuk kayu dan serabut kelapa = 40, resin = 60). Kemudian dituangkan katalis secukupnya, diaduk hinggá katalis menyebar merata, dan diaduk terus samapai dituang ke cetakan.

Pencetakan. Proses hasil dari pencampuran kemudian dituang secara merata ke dalam cetakan produk yang sebelumnya, permukaan bagian dalamnya telah diolesi vaseline secukupnya, kemudian sesegera mungkin diberi penekanan dengan alat penekan. Setelah itu bahan didiamkan selama beberapa waktu dengan maksud memberikan waktu bagi katalis untuk bereaksi dengan bahan. Lama waktu yang dibutuhkan tergantung dari banyaknya katalis yang ditambahkan pada bahan. Semakin banyak katalis dalam bahan semakin cepat reaksi terjadi sehingga semakin cepat bahan memadat.

Pengeluaran produk dari cetakan.

Kampas rem kemudian dilem dengan menggunakan lem besi dan dilekatkan dengan rem yang tidak berkampas yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Setelah dilekatkan, kampas rem dirapikan ketebalannya hingga sekiranya muat dengan ruang rem pada sepeda motor. Dalam proses ini dapat digunakan gerinda.