Friday, December 19, 2014

Potensi dan Pemanfaatan Limbah Serbuk Kayu

Kebutuhan manusia akan kayu sebagai bahan bangunan baik untuk keperluan konstruksi, dekorasi, maupun furniture terus meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk. Kebutuhan kayu untuk industri perkayuan di Indonesia diperkirakan sebesar 70 juta m3 per tahun dengan kenaikan rata-rata sebesar 14,2 % per tahun sedangkan produksi kayu bulat diperkirakan hanya sebesar 25 juta m3 per tahun, dengan demikian terjadi defisit sebesar 45 juta m3 (Priyono,2001). Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya daya dukung hutan sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan kayu.



Keadaan ini diperparah oleh adanya komversi hutan alam menjadi lahan pertanian, perladangan berpindah, kebakaran hutan, praktek pemanenan yang tidak efisen dan pengembangan infrastruktur yang diikuti oleh perambahan hutan. Kondisi ini menuntut penggunaan kayu secara efisien dan bijaksana, antara lain melalui konsep the whole tree utilization, disamping meningkatkan penggunaan bahan berlignoselulosa non kayu, dan pengembangan produk-produk inovatif sebagai bahan bangunan pengganti kayu.

Patut disayangkan, sampai saat ini kegiatan pemanenan dan pengolahan kayu di Indonesia masih menghasilkan limbah dalam jumlah besar. Purwanto dkk, (1994) menyatakan komposisi limbah pada kegiatan pemanenan dan industri pengolahan kayu adalah sebagai berikut :

Pada pemanenan kayu, limbah umumnya berbentuk kayu bulat, mencapai 66,16%
Pada industri penggergajian limbah kayu meliputi serbuk gergaji 10,6&. Sebetan 25,9% dan potongan 14,3%, dengan total limbah sebesar 50,8% dari jumlah bahan baku yang digubakan
Limbah pada industri kayu lapis meliputi limbah potongan 5,6%, serbuk gergaji 0,7%, sampah vinir basah 24,8%, sampah vinir kering 12,6% sisa kupasan 11,0% dan potongan tepi kayu lapis 6,3%. Total limbah kayu lapis ini sebesar 61,0% dari jumlah bahan baku yang digunakan.

Data Departemen Kehutanan dan Perkebunan tahun 1999/2000 menunjukkan bahwa produksi kayu lapis Indonesia mencapai 4,61 juta m3 sedangkan kayu gergajian mencapai 2,06 juta m3. Dengan asumsi limbah yang dihasilkan mencapai 61% maka diperkirakan limbah kayu yang dihasilkan mencapai lebih dari 5 juta m3 (BPS, 2000).

Limbah Serbuk Kayu

Limbah kayu berupa potongan log maupun sebetan telah dimanfaatkan sebagai inti papan blok dan bahan baku papan partikel. Adapun limbah berupa serbuk gergaji pemanfaatannya masih belum optimal.

Untuk industri besar dan terpadu, limbah serbuk kayu gergajian sudah dimanfaatkan menjadi bentuk briket arang dan arang aktif yang dijual secara komersial. Namun untuk industri penggergajian kayu skala industri kecil yang jumlahnya mencapai ribuan unit dan tersebar di pedesaan, limbah ini belum dimanfaatkan secara optimal. Sebagai contoh adalah pada industri penggergajian di Jambi yang berjumlah 150 buah yang kesemuanya terletak ditepi sungai Batanghari, limbah kayu gergajian yang dihasilkan dibuang ke tepi sungai tersebut sehingga terjadi proses pendangkalan dan pengecilan ruas sungai (Pari, 2002).

Pada industri pengolahan kayu sebagian limbah serbuk kayu biasanya digunakan sebagai bahan bakar tungku, atau dibakar begitu saja tanpa penggunaan yang berarti, sehingga dapat menimbulkan pencemaran lingkungan (Febrianto,1999). Dalam rangka efisiensi penggunaan kayu perlu diupayakan pemanfaatan serbuk kayu menjadi produk yang lebih bermanfaat.

Kegunaan Tepung Kayu lengket

Kegunaan Tepung Kayu lengket

Tepung kayu lengket atau wood flour merupakan salah satu bahan utama untuk pembuatan obat nyamuk bakar, dupa, campuran lem, campuran untuk fleksibilitas beton, dan juga digunakan sebagai bahan untuk kampas rem sepeda motor.

Selain untuk hal diatas, tepung kayu lengket juga akhir-akhir ini digunakan sebagai bahan campuran komposit resin untuk dibuat berbagai macam produk yang ramah lingkungan.

Pada pengolahan kayu di industri-industri perkayuan selain produk kayu dan kayu gergajian diperoleh pula limbah kayu berupa potongan kayu bulat (Log). Sayangnya limbah dalam bentuk serbuk gergaji belum dimanfaatkan secara optimal, terutama hanya untuk bahan bakar boiler atau dibakar tanpa pemanfaatan yang berarti dan menimbulkan masalah terhadap lingkungan.

Selain untuk hal diatas, tepung kayu lengket juga akhir-akhir ini digunakan sebagai bahan campuran komposit resin untuk dibuat berbagai macam produk yang ramah lingkungan.



Prospek Kegunaan Tepung Kayu Lengket

Di masa yang akan datang, biomassa tepung kayu diperkirakan akan menjadi salah satu bahan baku yang sangat populer untuk berbagai kebutuhan produksi.

Tepung kayu didefinisikan sebagai selulosa kayu halus-tanah, sering disebut “serat kayu”. Hal ini digunakan dalam pembuatan berbagai macam produk dari komposit decking eksterior / pagar untuk furniture kantor untuk roda kastor. Selanjutnya, jumlah kayu / aplikasi komposit plastik terus tumbuh secara signifikan. Memadukan tepung kayu kami dengan campuran resin plastik telah menghasilkan dalam penciptaan tahan lama, komposit tahan lama yang lebih murah dan ringan.

Kami baik-sadar bahwa setiap aplikasi menuntut sifat yang sedikit berbeda dari tepung kayu. Kami siap membantu Anda untuk membuat produk Anda sebaik mungkin. Kami di sini untuk memenuhi tantangan apapun sehingga Anda akan dapat secara konsisten mendapatkan produk yang tepat untuk kebutuhan Anda.

JUAL TEPUNG KAYU LENGKET

CV Cahaya Tirta Delima Mas menyediakan “tepung kayu” dengan kualifikasi mesh sesuai pesanan anda, yang sudah diproses dengan mesin pengering sehingga menjamin tingkat kelembaban produk yang baik. Silahkan tekan tombol dibawah ini untuk menghubungi kami : 081226666626

Jual Serbuk Kayu Untuk Kebutuhan Anda

Serbuk Kayu. Serbuk kayu atau wood flour merupakan salah satu bahan utama untuk pembuatan obat nyamuk bakar, dupa, campuran lem, campuran untuk fleksibilitas beton, dan juga digunakan sebagai bahan untuk kampas rem sepeda motor.



Selain untuk hal diatas, akhir-akhir ini juga digunakan sebagai bahan campuran komposit resin untuk dibuat berbagai macam produk yang ramah lingkungan.

Kami (CV Cahaya Tirta Delima Mas) men Jual Serbuk Kayu sebagai bahan baku usaha industri anda yang ramah lingkungan. Tepung kayu sebagian besar dimanfaatkan untuk pembuatan obat nyamuk dan dupa, juga bisa di gunakan oleh pabrik yang memproduksi kampas rem pada kendaraan bermotor.

Tepung kayu dapat dibedakan menurut tingkat meshnya, semakin besar maka akan semakin halus. CV Cahaya Tirta Delima Mas memiliki pabrik yang mampu memproduksi Tepung Kayu Lengket dengan mesh 80 dengan kondisi kering dan dalam kemasan zak. dari limbah pengolahan kayu dengan kualitas bagus dan sesuai pesanan anda.

CV Cahaya Tirta Delima Mas menyediakan “tepung kayu“ dengan kualifikasi mesh sesuai pesanan anda, yang sudah diproses dengan mesin pengering sehingga menjamin tingkat kelembaban produk yang baik. Silahkan tekan tombol dibawah ini untuk menghubungi kami :


JUAL SERBUK KAYU

Tepung kayu memiliki pasar industri utama di industri pengisi, pengikat dan extender dalam produk industri seperti epoxy resin, pupuk, perekat, bahan penyerap, campuran komposit atap, komponen lembam peledak, keramik, ubin lantai, produk pembersih, pengisi kayu, caulks dan putties.

Di masa yang akan datang, biomassa inidiperkirakan akan menjadi salah satu bahan baku yang sangat populer untuk berbagai kebutuhan produksi.

Jadi tunggu apa lagi, segera hubungi kami dan kami tunggu pesanan anda.